Cara Mudah Budidaya Bawang Merah

Bawang merah merupakan tanaman holtikultura musiman. Banyak sebagian masyarakat di daerah jawa yang membudidayakannya karena tanaman ini memiliki nilai jual yang tinggi. Tapi cukup disayangkan karena terjadi panen raya sehingga harga jual tanaman ini sering anjlok. Apalagi ditambah dengan kebijakan pemerintah dalam mengimpor bawang merah.

Bawang merah cocok dibudidayakan di daerah rendah dengan ketinggian dibawah 1000 meter dari permukaan air laut, dengan suhu antara 25-33 derajad celcus.

Disini saya akan memposting langkah-langkah menanam bawang merah yang disarian dari pengalaman para petani di Sogesanden ,Srigading, Sanden, Bantul. Sogesanden merupakan salah satu sentra budidaya bawang merah di selatan kota yogyakarta.

Benih Bawang Merah


Pilihan benih bawang merah cukup banyak varietasnya. Ada lokal hingga benih hibrida import. Untuk benih lokal sendiri petani sogesanden mengunakan benih bawang merah varietas tiron.

Untuk membudidayakan bawang merah yang baik berasal dari umbi yang memiliki kandungan air redah. Dengan masa penyimpanan 3-4 bulan lamanya.

Banyak sedikitnya benih saat budidaya tergantung pada jarak antar benih saat menanam.

Pengolahan Tanah dan Penanaman

Tanah dibuat bedengan dengan lebar 1.5 meter sedangkan tinggi 1-1.5 meter untuk sawah sedangkan untuk kebun 30-40 cm dengan panjang disesuaikan dengan luas tanah.

Untuk jarak antar bedengan 60-70 cm. Jarak ini dijadikan parit yang nantinya diisi air untuk penyiraman benih bawang merah. Pada bagian atas bedengan tanah digemburkan dengan bantuan traktor mini model rotari.

Gunakan pupuk kompos sebagai pupuk dasar. Tebarkan diatas bedengan hingga merata. Biarkan selama 9 hari sebelum tanah ditanami benih bawang merah.

Siapkan benih bawang merah yang siap tanam. Lakukan pemotongan benih pada bagian ujung benih. Fungsinya untuk mempercepat proses pertumbuan. Benih bawang merah ditanam dengan cara membenamkan 3/4 umbi kedalam tanah, dengan bonggol meghadap kebawah.

Setelah 5 hari tanam bisa tambahkan Urea,ZA, KCL, dan NPK Mutiara. Campur semua pupuk buatan itu sebelum diaplikasikan. Taburkan secara merata diatas bedengan.

Perawatan Budidaya Bawang Merah

Lakukan penyirama bawang merah dilakukan dua kali yaiti pagi dan sore hari. Setidaknya hingga tanaman berumur 15 hari. Setelah itu, frekuensi penyiraman bisa dikurangi sehari satu kali di pagi hari.

Untuk pemupukan susulan diberikan setelah tanaman berumur 20 hari. Jenis pupuk terdiri dari campuran urea, ZA, dan KCl yang diaduk rata. Pemupukan diberikan dengan menyebarkan pupuk. Penyiangan gulma biasanya dilakukan sebanyak dua kali dalam satu musim tanam.

Pengendalian Hama Dan Penyakit

Budidaya bawang merah identik dengan hama ulat dan penyakit layu. Hama ulat dengan nama latin Spodoptera sp. menyerang daun, gejalanya terlihat bercak putih pada daun. Biasanya hama ulat ini muncul setelah tanaman berusia 35-40 hari.

Jika hama ulat ini masih sedikit lakukan pemotongan manual pada daun diteropong yang ada bekas gigitan. Bila serangan menghebat, kerusakan lebih dari 5% per rumpun daun, semprot dengan insektisida yang berbahan aktif klorfirifos.

Penyakit layu fusarium, disebabkan oleh cendawan. Gejalanya daun menguning dan seperti terpilin. Bagian pangkal batang membusuk. Penanganannya dengan mencabut tanaman yang mati kemudian membakarnya. Penyemprotan bisa menggunakan fungsidia.

Setelah tanama berusia 60 hari intensitas penyiraman dikurangi menjadi dua hari sekali, dan pemberian penyemprotan dua hari sekali dengan fungsidia, karena diusia tanam segitu akan banyak hama yang akan menyerang.

Panen Budidaya Bawang Merah

Ciri-ciri budidaya bawang merah siap panen apabila 60-70% daun sudah mulai rebah. Atau, lakukan pemeriksaan umbi secara acak. Budidaya bawang merah biasanya sudah bisa dipanen setelah 65-70 hari sejak tanam. Produktivitas bawang merah dangat bervariasi tergantung dari kondisi lahan, iklim, cuaca dan varietas.

Related posts

Leave a Comment